Ilmiah Absurd
Untuk menata dan
mengsistematiskan rumus dan struktur dari pemikiran kian terobrak abrik selama
kita tergiur dengan kegiatan beserta praktek praktek masif hedonism pada abad
ke 21 ini sudah tidak lagi kita pungkiri lagi, dengan orang-orang yang akan berlomba
untuk mencapai dominasi di tengah kesibukan dalam kegiatan hedonism yang kurang
menuntun kita pada kemaslahatan umat yang secara sosial mupun moral, juga
kontribusi konsep dari kerasnya pemikiran yang akan di lopori para pemuda
pemikir di jaman ini sudah tidak lagi berkutik maupun terefleksikan pada
persoalan sosial kemasyarakatan sehingga implikatif antara para pemikir muda
dan masyarakat biasa yang sudah tidak lagi elaboratif kini sudah stagnasi
artinya masyarakat yang kini sudah dilanda kesibukan primer dalam berkehidupan
keluarga ini sulit di kondisikan untuk
diajak kolaborasi dengan pemuda sebagai agen of change, untuk itu perlulah kita
memakai kekuatan dari pemuda maupun pelajar ini yang akan menjadi pemantik dari
gerakan perubahan sosial kemasyarakatan.
Maka mereka yang
tidak bisa maksimal untuk membangun maupun melahirkan sesuatu baru itu tidak bisa
lagi dipaksakan, untuk itu perlu ada intervensi pemudahlah yang masih aktif
dalam wilayah akademis maupun pelajar diluar yaitu non akademis yang
terpelajarkan dengan disiplin ilmu yang baik harus segera di akselerasikan
untuk mengiring ke sesuatu yang ilmiah koresponden, untuk itu kontribusi dalam
menjawab persoalan masyarakat kian terpuruk oleh ketimpangan akut, maka
haruslah ini berbarengan kita dongkrak dan tidak hanya sebatas stagnasi dalam
konsep-konsep tapi ini akan tetapi haruslah terejawantahkan dengan menghasilkan
output yang benar-benar nyata masif serta militant dalam kemasyarakatan.
Jangan sekiranya
hanya menghasilkan konsep yang bagus saja tetapi konsep tersebut belum
teraktualisasikan serta terejawantah, juga masih belum bisa disebut perubahan
sama sekali kalau konsep yang telah diciptakan itu benar-benar “ada” secara
fisik, karena ketika konsep tidak di aktualisasikan maka dia hanya bisa kita
anggap sebatas ‘ada’ saja dan belum real atau kongkrit karena wujud konsep
belum hadir dalam bentuk fisik ataupun sudah di kerjakan melalui teknis, konsep
tadinya yang sudah dibuat akan nihil karena dia tidak hadir dengan bentuk
aktualisasi real akan tetapi hanya mengabstraksi dan tersendat dalam benak benak
sehingga hanya terdiam beku maupun fiktif belaka, kalau begini jadinya maka
kita hanya menciptkan kekonyolan yang ilmiah absurd.

Komentar
Posting Komentar