![]() |
| Sumber Gambar : Jeko I. R |
Jika orang bisa pergi ke masa lalu atau masuk ke masa lalu, katakanlah contoh
kasusnya seperti ini, orang tersebut itu duduk disuatu tempat dan sedang minum kopi,
lalu pada saat itu dia kaget ada sosok yang tiba-tiba mendatanginya terus
menanyakan seperti ini “hay aku adalah kamu di masa depanmu yang sekarang sedang
pergi ke masa lalu untuk ketemu denganmu (mereka berdua adalah orang yang sama
perbedaanya hanya pada waktu saja)”.
Lalu disini pastilah ada fakta yang terjadi
yaitu dirinya yang dimasa depan itu sudah bukan lagi dirinya di masa lalu karena
dirinya sudah ada di lingkup ruang waktu masa lalu karena akibat adanya
perjalanan menuju ke masa lalu tersebut dan sebab dia juga sudah memasuki ruang
lingkup keseluruhan total masa lalu. Jadi masa lalu tetaplah masa lalu, dan masa
lalu bukanlah sama dengan bukan masa lalu begitu juga sebaliknya.
Disini hukum
asas identitas berlaku dan hukum asas identitas tersebut tetaplah hukum asas
identitas tersebut bukan sama dengan bukan hukum asas identitas tersebut. (asas
identitas yaitu seperti A tetap A, dan A bukan selain A), contoh batu itu
tetaplah batu itu sendiri, tidak mungkin batu itu kertas atau meja atau selain
batu, jadi batu tetap batu dan bukan selainya.
Jika tidak ada hukum asas
identitas ini artinya mungkin kita bisa pergi ke masa lalu dan juga sebaliknya
ataupun bisa mengganggu fakta dan peristiwa yang ada pada masa lalu. Akhirnya
semua kejadian bisa di intervensi karena tidak ada hukum yang membatasinya.
Jadi kalau dilihat perjalanan ke masa lalu itu adalah seperti mustahil terjadi sebab nanti kejadianya tersebut akan bertolak dengan kejadian fakta yang sudah terlanjur terjadi. fakta aktual yang sudah terlanjur terjadi pastilah tetap semua mengikuti peristiwa sesuai fakta terjadinya bukan fakta yang di intervensi oleh masa manapun ataupun masa depan manapun itu.

Komentar
Posting Komentar