Sumber Gambar : Audrey_I

Waktu dalam konsep fisika sudah di rumuskan bahwasanya waktu bergerak maju liner sebagaimana sudah dinyatakan oleh seorang ilmuan terkenal dibidangya Albert Eisntein, dan juga waktu itu relatif tergantung pada kecepatan pengamat, ini sebuah dilatasi waktu yaitu sebuah fenomena perbedaan waktu yang di alami oleh dua pengamat didalam posisi berbeda.

yaitu tentang waktu bahwa setiap manusia pasti mempunyai waktu yang sama 24 jam per-harinya, terkecuali dia sedang berada di planet lain yang mempunyai perhitungan waktu yang berbeda dengan kondisi yang ada di bumi, tetapi dalam mengartikan maupun memaknai sebuah waktu sangatlah berbeda beda dikarenahkan setiap manusia mempunyai pengetahuan tentang waktu berbeda pula, adapula yang tidak tahu tentang apa itu waktu dan bagaimana waktu itu berjalan.

Dalam hal-hal strategis serta taktis waktu sangatlah di perhitungakan dan sangat krusial jika salah memperhitungkan akan berdampak buruk, dan waktu sangat diperkirakan secara matematis, untuk karnanya hitungan pasti harus selalu ada dan tidak boleh meleset supaya nanti dalam nyatanya akan menghasilkan yang di inginkan atau berkesesuaian.

Manusia dari tahun ke tahunya selalu menginginkan sesuatu capaian yang sudah di proyeksikan agar supaya tujuanya tersebut bisa di raihnya, adapula tidak meraih apa yang sudah di proyeksikanya tersebut. Kemungkinan ada satu dan lain hal menyebabkan sehingga tidak ter-raihnya kemungkinan tersebut, bisa saja kesalahan melakukan perhitungan atau sengaja di lewatkan saja begitu atau memang lupa atau di lupain.

Dalam persoalan waktu tidak ada tawar menawar, juga toleransi karena waktu sebagaimana yang sudah di jelaskan oleh seorang ahli fisikawan, waktu itu teruslah bergerak maju linier bukan mundur, adapun waktu ketika dimaknai, dalam contoh kasus ketika manusia meletakan tanganya di atas kompor selama satu menit maka yang akan dia rasakan seperti satu jam, begitupun ketika seorang laki-laki duduk berdekatan dengan wanita cantik maka waktu satu jam yang di rasakan seperti satu  menit saja, disinilah letak pemaknaan relatifnya waktu secara subjektif.

Pada letak objektifnya waktu teruslah bergerak maju linier sehingga kita senantiasa mahluk yang mewaktu. Memang secara misterius pengawalan waktu belum diketahui secara pasti dan fair maupun independent yang didasarkan pada sains, untuk karnanya hanya sebuah hipotesislah yang mungkin sedikit menegok tentang apa itu waktu, seperti apakah pengawalan dan juga pengakhiranya.

Memang sempat juga di singgung oleh ilmuan terkenal fisika Hawking, manusia yang hidup di planet bumi pasti mengalami perbedaan zona waktu dengan planet lain dikarenahkan bumi terletak pada titik lingkaran gravitasi yang menggitari secara berbeda dengan planet lain, dan planet yang sangat dekat pada titik pusat gravitasi maka akan sangat mengalami perbedaan zona waktu,  untuk itu pembahasan gravitasi juga sangat erat dengan waktu. 

Adapun black hole atau lubang hitam yang di sebutkan pada teorinya Hawking bahwasanya ketika semua benda angkasa yang mendekatinya maka akan tersedot oleh lubang hitam tersebut termasuk waktu, dan semuanya akan remuk menjadi super padat atau hiper padat, Bahkan disnilah semua hukum-hukum semesta tidak berlaku lagi seperti yang kita tahu dikarenahkan peristiwa blackhole tersebut.

Memang seperti yang sudah dijelaskan di atas tentang memahami waktu cukuplah kompleks dikarenahkan cukup luas cakupanya. dan waktu di bumi sudah di kongkretkan dalam bentuk detik ke menit, jam, hari, minggu, bulan, hingga tahun.

pergeseran waktupun dari setiap benua yang di bumi juga berbeda, ada yang masih mengalami siang dan ada yang masih sore atau masih malam. manusia setiap waktunya sering berlomba menghabiskan waktu atau memaknai waktunya sehingga nanti akan berharga baginya atau sesuai target yang sudah di targetkan, akan tetapi ketika nantinya tidak sesuai maka itu hanyalah akan terlewatkan begitu saja dan tentu pengulangan waktu tidak mungkin sebagaimana sudah dijelaskan di atas dikarenahkan waktu bergerak maju linier.

ketika kita menyusun rencana atau target itu seperti ketika seorang sniper menargetkan satu titik tapi meleset jauh dari titik target atau cukup jauh maka penembakan titik tersebut dengan peluru yang sama sudah tidak mungkin terjadi lagi, kecuali dengan peluru yang baru, begitupun dengan waktu yang sudah terlewati walaupun hanya selang detik atau menit, tetapi sudah tidak bisa lagi di undur, tentu ini sangat berpengaruh kepada sasaran target sniper, karena nantinya musuh akan cepat melacak keberadaan lawan sehingga posisi sniper tadinya misterius akhirnya sudah diketahui radiusnya dan ini sangat mencelakakan.

Pada peristiwa pergantian tahun hal apakah yang sudah sesuai target atau tidak sesuai target yang sudah di targetkan?

 

 

 

Komentar