misteri mutlak
sudah kita ketahui bahwa adanya hukum hukum alam sudah pasti tidak bisa di ubah
substansinya karena sesuai kehendak pencipta, alam bergerak dari waktu ke waktu
tanpa ada campur tangan manusia memerintahkan dia bergerak, bahkan sejak di
ciptakan pengawalan dari alam ini semua hanya di penuhi sesuatu yang sangat
misterius hingga ketat di perbincangan didalam dunia sains dari dulu sampai
abad 21 ini.
Dimana adanya alam ini disebabkan
karena adanya ledakan yang biasa para ilmuan risetkan itu adalah ledakan big
bang, dan kalau kita memakai perspektif agama khususnya islam yang dimana di
sebutkan dalam kitabnya bahwa pengawalan dari alam ini karena adanya suatu
pergerakan dari kabut nebula yang berputar putar dan semakin berkembang dari
waktu ke waktu sehingga membentuk suatu tatanan planet planet pada alam semesta
ini.
Kabut tersebut sifatnya terus berkembang
dari waktu ke waktunya, dan sudah menjadi ketetapan dari apa yang di
niscayahkan di alam semesta ini oleh sang pencipta sampai pada saat ini. Para pakar
ilmuanpun terus berprogres untuk mencari sesuatu yang sangat misterius itu,
yaitu bagaimana adanya suatu pengawalan yang sangat substansi tersebut
mentranformasikan dari materi materi yang nantinya akan membentuk sebuah planet
demikian tersusun rapih serta terstruktur dan saling berkaitan secara holistic dari
yang awal ke yang lainya. Sebagaimna yang dinyatakan dalam literasi suci pada Al-Quran
ini.
“Kemudian
Dia menuju ke langit dan (langit) itu masih berupa asap, lalu Dia berfirman
kepadanya dan kepada bumi, ‘Datanglah kamu berdua menurut perintah-Ku dengan
patuh atau terpaksa.’ Keduanya menjawab, ‘Kami datang dengan patuh.” [QS. Fussilat: Ayat 11].
Asap yang diartikan di ayat
tersebut yaitu kabut nebula seperti yang di jelaskan dalam penemuan dari teori
oleh seorang ilmuan dan memang ini adalah teks yang multitafsir untuk kita maknai
apa konteks dari sebutan ayat ini hingga realnya masih terbilang hipotesa dalam
tataran kwowlage, pun pada saat di identifikasi secara ilmiah baru bermunculan
teori teori yang sudah di gagas oleh ilmuan pada abad pertengahan bahwasanya
teori tentang nebula bekerja dalam lingkup kompleksitasnya itu masih berkongklusi
pada asas yang sangat misterius.
Apakah benar ada sang Penyebab mengagas
semesta ini tanpa sedikit mungkin bagaimana manusia mengetahui mekanismenya
pengawalanya ini berefleksi pada sesuatu yang kontinuitas ini.

Komentar
Posting Komentar