Belum wujud
Matinya orientasi pada karakter
seseorang itu membuat sesuatu dari pencapaianya akan belum menampak pada fakta
dari ekspetasi yang sudah di rencanakan sehingga orientasinya selalu belum bisa di akses sesuai mekanisme sendiri di tahap
prosesnya tersebut.
Kadang bayangan kesenangan yang sifatnya imajinatif selalu
melampaui batas fakta yang belum hadir itu disaat rasa euphoria melumpuhkan kognisi yang di abstraksikan. ini akan larut begitu saja atas kelakuan euphoria semata yang tidak menjamin realnya ekspetasi sebelumnya yang tertanam pada
konsep sudah diikhitiar pada diri itu sehingga akan menjadi kebuyaran yang
fatal.
Namun hidup ini tidak sehitam putih warna, ketidaktahuaan kita menstrukturkan dari apa yang akan dijangkau, harus juga setia berimplikasi pada ketetapan alam fisik bukan alam pikiran yang sifatnya masih sangat imajinatif serta sesuatu yang
transendental, kenapa?. Pada hakikatnya mahluk yang telah hadir di alam tidak seholistik mungkin, namun adapula sebab akibat dari transenden masih sering terhubung.
Pada setiap kehadiran
manusia yang telah di sepakati oleh sains maupun medis memperjelas bahwa
manusia ketika di alam Rahim ibu sudah ditiupkanlah roh untuk nantinya menjadikan
baby yang akan lahir bisa sebagaimana mestinya, seperti manusia juga yang lain
sebelum kita, dimana merefleksikan segala sesuatu potensi yang sudah
ada didalam diri yang dimiliki sejak manusia itu lahir. Maka sebab dari
sesuatu yang termanifest semuaya berpengaruh pada transenden yang tidak
dapat diketahui melalui tolak ukur dari saintifik juga otak cerdas.

Komentar
Posting Komentar