Masyarakat
Vs Penguasa
Ada sebuah markas yang
disitu termuat berbagai kenikmatan yang tak banyak orang orang mengetahuinya,
ternyata markas tersebut sudah tampak bahkan sudah dikenal dan pernah didatangi setiap pada waktunya. Barusan hanya
sekedar gambaran saja yang masih mengabstrak dan belum terbilang secara jelas
dan transparan terhadap apa yang nanti sajikan dalam bentuk skriptual maupun
textual berikut.
Masyarakat hari ini
kita kenal sebagai masyarakat yang sudah tidak lagi buta akan teknologi dan
bahkan sudah bisa sebanding dengan orang lain yang kini berakhir studi di jenjang kuliah karena dengan segala kecerdasan atau
kehausan mereka terhadap ilmu-ilmu yang mereka dambakan maka inilah yang
menjadi wawasan yang dimiliki tiap dari mereka
sudah maju dari yang lainya. Terus Apakah kita sudah mengetahui bahwa
hidup bernegara itu seperti apa, bagaimana, kita sebagai apa, kita sedang apa,
dan seterusnya.
Hidup bermasyarakat
tidak bisa akan lari dengan namanya kebutuhan-kebutuhan hidup primer maupun
sekunder, apalagi masyarakat yang kelas menengah atupun lain sebagainya.
Kebutuhan kebutuhan yang selalu di garap oleh kelompok masyarakat sudah jelas
ada yang menaunginya atau mengatur pengstimulus roda ekonomi yaitu siapa lagi
kalau bukan instansi atau lembaga swasta dan negara.
Tak heran mereka
masyarakat yang sudah menggarap hasil dari sumber daya alam agar menghidupi
diri mereka dan keluarga, masih ada juga yang belum tercukupi dengan baik hasil
tenaga dan pikiran mereka.
Inilah yang menjadi
sebuah system pendongkrak ataupun penggerak roda ekonomi kalangan ditingkat
masyarakat, kini tidak bisa mengurangi lebih banyak lagi angka kemiskinan yang
terjadi disekitar kita, karena dengan keuntungan yang didapatkan dari setiap
kelompok masyarakat tidak bertahan cukup lama atau hanya habis untuk sekejap
karena untuk dijadikan modalpun tidak bisa karena masih sangat terikat dengan
kebutuhan primer lainya baik dalam kebutuhan sehari hari, dan tidak begitu mungkin
hasil itu untuk menjadikan usaha baru agar terwujudnya kemandirian dalam proses
mata pencarian.
Pendapatan negara baik
daerah sudah ada di tangan yang memegang kendali dan wewenang yang sudah di
percayakan oleh masyarakat yang hanya memiliki sejuta harapan positif bagi
penguasa kebijakan yang nanti akan mereka implementasikan tujuanya untuk
berkehidupan dalam bermasyarakat adil dan makmur yang dimana sudah di tuliskan
dalam asas pancasila, atau apa yang sudah di visi misikan oleh si pemegang
kebijakan tertinggi itu.
Akan tetapi apakah
realita objektif sekarang yang masyarakat lihat yaitu hanya berita-bertita
pencurian uang rakyat yang ditayangkan di televise nasional ataupun lokal yang terus terusan
menggores dada mereka dan hanya duduk terdiam itu.
terus juga dengan jumlah yang begitu banyak uang
bahkan melebihi beberapa dari pendapatan daerah sungguh Sangat sangat
jahanamnya dunia ini ternyata yang di pelopori oleh orang orang oportunisme
yang sudah terlena dengan hasil rampok bergaya elit. Seperti dunia fantasi saja
yang nanti tidak akan berimbas dan merugikan beribu ribu orang saja dalam
berkehidupan. Tak ada lagi nilai-nilai kepedulian terhadap orang banyak yang di
nahkodainya. Sepertinya ini sudah jadi ajang untuk mereka meraup sebanyak
banyaknya uang titipan itu agar nanti bisa menjadi modal mereka ketika sudah
tidak memegang lagi kendali atau sudah tidak lagi menjabat.

Komentar
Posting Komentar