EKSENTRIK
Masih sedikit bingung dengan teriakan orang-orang  di jalanan (aksi )? Jelas. Untuk menyamakan tiap persepsi itu tidak gampang apalagi sudah memaksakan kehendak pasif terhadap suatu kalangan tertentu. Hemat saya demokrasi tak hanya memerlukan 1 pandangan saja tapi ada berbagai pandangan maupun orientasinya untuk mencapai sudut yang di tentukan setiap dari mereka.
Pada dasarnya, buruh, Pekerja, Tenaga Kerja maupun karyawan adalah sama. namun dalam kultur Indonesia, "Buruh" berkonotasi sebagai pekerja rendahan, hina, kasaran dan sebagainya. sedangkan pekerja, Tenaga kerja dan Karyawan adalah sebutan untuk buruh yang lebih tinggi, dan diberikan cenderung kepada buruh yang tidak memakai otot tetapi otak dalam melakukan kerja. (Sumber caption Wikipedia)

Tepat hari buruh terjadi pergerakan (aksi) kontiunitas itu berlangsung di berbagai tempat di perkotaan, sebuah masa yang masiv berkumpul di satu titik tempat untuk menyuarakan pendapatnya terkait kebijakan yang sudah berlangsung selama ini. Lalu apakah yang membuat dari mereka menginisiatifkan gerakan tersebut?

Tidak lain ialah ketidak puasan hasil yang selama ini mereka cicipi walaupun itu belum maksimal untuk memenuhi kebutuhan  didalam rumah tangga, rasa kasihan bercampur sedih tetap selalu ada dengan kondisi tersebut. Kebanyakan dari kalangan ini adalah pendorong kinerja dari tiap sektor-sektor dan industri di berbagai bangsa-bangsa di negeri kita ini. Merekapun terpaksa terjun didunia pekerjaan itu agar bisa terkondisikan hidup, dalam artian tidak chaos nanti apalagi sudah menopangi tanggung jawab yang wajib (harus).

Kalau sudah begini apalagi yang bisa diperbuat kalau tidak disegerakan suara yang mengkonvesional agar minimal, bisa terminimalisir kebijakan tersebut atau segera berbenah sistemnya, dikarenahkan kalangan buruh rasakan ini, tidak selaras dengan kondisi realitas mereka yaitu kebutuhan sandang,pangan dan papan yang sangat penuh perhitungan untuk meraihnya. Mungkin ini adalah korupsi kuantitas yang sedang di praktekan oleh para petinggi. Merasa terzalimi mungkin saja menjadi hal yang sudah tawar dan fantastis dan terdiskredit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini