EKSENTRIK
Masih
sedikit bingung dengan teriakan orang-orang
di jalanan (aksi )? Jelas. Untuk menyamakan tiap persepsi itu tidak
gampang apalagi sudah memaksakan kehendak pasif terhadap suatu kalangan
tertentu. Hemat saya demokrasi tak hanya memerlukan 1 pandangan saja tapi ada
berbagai pandangan maupun orientasinya untuk mencapai sudut yang di tentukan
setiap dari mereka.
Tepat
hari buruh terjadi pergerakan (aksi) kontiunitas itu berlangsung di berbagai
tempat di perkotaan, sebuah masa yang masiv berkumpul di satu titik tempat
untuk menyuarakan pendapatnya terkait kebijakan yang sudah berlangsung selama
ini. Lalu apakah yang membuat dari mereka menginisiatifkan gerakan tersebut?
Tidak
lain ialah ketidak puasan hasil yang selama ini mereka cicipi walaupun itu
belum maksimal untuk memenuhi kebutuhan didalam rumah tangga, rasa kasihan bercampur
sedih tetap selalu ada dengan kondisi tersebut. Kebanyakan dari kalangan ini
adalah pendorong kinerja dari tiap sektor-sektor dan industri di berbagai
bangsa-bangsa di negeri kita ini. Merekapun terpaksa terjun didunia pekerjaan
itu agar bisa terkondisikan hidup, dalam artian tidak chaos nanti apalagi sudah
menopangi tanggung jawab yang wajib (harus).
Kalau
sudah begini apalagi yang bisa diperbuat kalau tidak disegerakan suara yang
mengkonvesional agar minimal, bisa terminimalisir kebijakan tersebut atau segera
berbenah sistemnya, dikarenahkan kalangan buruh rasakan ini, tidak selaras
dengan kondisi realitas mereka yaitu kebutuhan sandang,pangan dan papan yang
sangat penuh perhitungan untuk meraihnya. Mungkin ini adalah korupsi kuantitas yang
sedang di praktekan oleh para petinggi. Merasa terzalimi mungkin saja menjadi
hal yang sudah tawar dan fantastis dan terdiskredit.

Komentar
Posting Komentar