Seni itu apa ?

Seperti yang kita ketahui bahwasanya seni itu secara umum adalah bagaimana melukis, memainkan alat music, hingga hal-hal yang membangkitkan perasaan senang. Jika dilihat, seni menurut padmapuspita yaitu seni berasal dari Bahasa belanda “genie” dalam Bahasa latin “genius” artinya kemampuan luar biasa yang dibawa sejak lahir. Kemampuan lahiriah inilah yang nantinya akan menjadi andalan bagi setiap orang yang memilikinya.

Tetapi pengetahuan yang berkaitan dengan bidang seni yang dirawat secara terus menerus dan di latih, maka bisa jadi membawa kepada seseorang nantinya menjadi ahli. Bisa dilihat kenyataan disekitar kita, orang yang kita anggap paling hebat bermain music hingga menggambar ataupun melukis ini sepertinya adalah fenomena yang takjub. Mengapa demikian, bukankah semua yang dilakukan seniman itu sudah menjadi pola kebiasaanya sehari-hari, sehingga pola itulah mengantarkan kepada pengetahuan atau softskil yang baik.

Tetapi bidang seni makin hari makin berkembang seperti bidang lainya juga. Seni tidak selalu berkaitan dengan keindahan, seni tidak pula lahir untuk menampakan dirinya sebagai seolah-olah indah selamanya,  jika melihat lukisanya  Affandi Koesoema yang coreng moreng bahkan hanya menampakan keambiguitasanya atau bias sama sekali, tidak ada kehindahaan didalamnya. Hal inipun menjadi cukup perhatian tebal kepada pelaku seni dan penikmat seni lukis. Adapun lukisan-lukisan abstrak yang lebih sadis, seakan-akan memperlihatkan sesuatu buruk menakutkan, tidak jelas obrak abrik sampai-sampai menggangu perasaan orang yang melihatnya.

Gambar : Lukisan Affandi Koesoema

Seni merupakan rana pemaknaan, dan pengalaman manusia tidak hanya di maknai melalui seni saja. Memang secara spontan manusia bisa memaknai gejala alam atau apapun yang tertangkap oleh indra, dan Adapun jalur-jalur tertentu untuk menuju kepada pemaknaan yaitu bisa melalui agama, sains dan lainya. Sebagai contoh pemaknaan melalui sains, Ketika manusia sakit maka dia akan pergi ke dokter untuk mengobati sakitnya itu, disini artinya pemaknaan atas sains disaat manusia merasa gejala sakit pada tubuh jasmaninya itu maka dia akan memaknai sakitnya itu untuk ditangani secara sains melalui ilmu kedokteran.

Hal inipun menjadi demikian dominan dalam dunia modern manusia baik di abad 20 hingga 21 ini. Adapun rana filsafat menjadi senjata utama juga untuk memaknai apa itu seni, sehingga seni tidak melulu hitam putih, atau membahas apa itu hitam dan begitu juga sebaliknya.

Seperti seseorang membuat puisi yang bertuliskan rasa sedih carut marut didalam teks tersebut, membuat apa yang disebut seni ternyata sangat betul tidak identic dengan keindahan, ada juga pameran yang memamerkan mayat-mayat untuk dijadikan tontonan sepertinya begitu tidak mengenakan perasaan orang yang melihatnya bahkan kurangajar, akan tetapi itu sebuah seni. Dari sinilah pemaknaan tidak lagi melulu berbicara hitam dan putih, tetapi campur hingga tidak karu karuan.

Dunia seni juga ialah dunia rasawi, yang dimana harus bersentuhan langsung dengan bendanya, juga sesuatu yang tertangkap oleh indra, sehingga bisa mengetahui langsung, seperti apa, gimana rasanya, gimana enaknya, gimana pedihnya, gimana peliknya.



Komentar

Postingan populer dari blog ini