Pada jaman dahulu aktivitas manusia untuk mencari makanan dengan cara pergi berburu, mereka pada waktu itu memakai cara tersebut agar dapat memenuhi kebutuhan pokok mereka, dan aktivitas tersebut sudah dilakukan dengan secara terus menerus sampai mereka sudah lelah dengan cara – cara yang mereka lakukan itu. Kenapa? Karena dengan memakai cara acara tersebut, makanan atau hasil berburu mereka hanya bertahan dengan waktu yang begitu singkat dan tidak lama, katakanlah mereka mendapatkan hasil berburu pada hari tersebut seperti misalkan hewan rusa ataupun jenis hewan lainya, lalu mereka eksekusi dengan menyantapnya hingga habis. (sebagian dikutip dari Putra Andika Sutoro).
Jika
cara tersebut dilakukan secara terus menerus sudah tentu begitu riskan, artinya
sangat berpontensi suatu saat ketika tidak dapat hasil berburu makanan pokok
mereka, maka tidak makan atau akan jatuh pada kondisi survive kronis, bahkan
kelaparan seperti halnya harimau yang belum mendapatkan tangkapanya pada hari
itu pula. Juga ada kasus yang hampir
sama yaitu dari seorang nelayan yang
ketika mereka tidak dapat ikan di laut suatu hari nanti, pada saat itu mereka
akan tanpa kesusahan untuk mencukupi kebutuhan pokok mereka dikarenahkan hanya
ketergantungan pada satu cara saja yaitu mencari ikan di laut. Sedangkan
pengaruh cuaca alam yang berubah ubah pada setiap bulan pasti akan berdampak
pada kondisi mata pencarian tersebut, belum lagi ketika pada musim badai atau
datangya satu kondisi yang begitu ekstrim di lautan.
Jika
cara cara seperti itu yang dilakukan sudah tentu konsekuensinya berbahaya juga
dan jangan heran jika sudah terjadi. Tapi apa boleh buat kalau masih banyak
orang yang masih melakukan hal tersebut dikarenahkan pengetahuan yang hanya
terbatas.
Pesan
cerita diatas hanya sedikit menggambarkan saja ketika seseorang ataupun
sekelompok orang yang hanya mencari sesuatu yang tidak akan bertahan lama umur
dari sesuatu yang didapatkan itu, yaitu kebutuhan pokok mereka untuk
mengihidupi keseharian. Lalu seperti apakah cara idealnya serta efektif untuk
melakukan hal tersebut, dan pasti sudah ada cara yang bisa dipakai walaupun masih
ada berbagai macam kelebihan dan kekurangan. Yang dimana pada jaman sekarang
ini sudah sangat banyak perkembangan pengetahuan untuk bisa dipakai agar
minimal bisa terhindar dengan namanya survive terhadap kebutuhan pokok untuk
persoalan mencari makan seperti cerita singkat diatas.
pada abad 21 ini orang orang sudah tentu ada yang makmur kehidupanya hingga yang termiskin kronis ataupun jelata abadi. ini jika di lihat ialah suatu ketimpangan sosial ekonomi pada masyarakat, dan disetiap negara adidaya sekalipun yang katanya penguasa pangsa pasar setengah bumi seperti tiongkok dan juga amerika serikat masih saja merasakan problem ini hadir di tengah masyarakatnya. Lalu ada juga permasalahan sering keluar dari mulut masyarakat yang sudah sangat lumrah khusnya di Indonesia yaitu orang orang mengatakan bahwasanya orang kaya semakin kaya, orang miskin semakin miskin atau miskin permanen dan begitu sebaliknya.
ini memang sudah ada faktanya bisa kita lihat
saja langsung pada data yang ditampilkan di BPS (Badan pusat statistik),
silakan cek saja. Atau kalau bosan lihat data data seperti itu, mungkin bisa
cek langsung dengan cara terjun di tengah kehidupan masyarakat baik di
perkotaan ataupun di desa terpencil, pasti kita sudah bisa melihat kondisi
nyata, dimana masyarakat yang berkecukupan sampai yang tergembel sampai yang
termakmur bisa kita jumpai. kalau yang dikatakan di bukunya Jalaludin rahmat
bahwa orang kaya dan miskin itu harus ada supaya orang miskin yang membantu
orang kaya untuk mengerjakan pekerjaan yang paling teknis sampai kotor kotoran.
Memang
benar juga karena adanya orang kaya sebab juga dari adanya orang miskin yang
selalu menyokong tenaga dan waktunya untuk bekerja kepada orang kaya dan orang
kaya tinggal membayarnya dengan sesuai porsi pekerjaan yang sudah dilakukan. Tapi
bukan berarti orang kaya tidak mungkin miskin dan orang miskin tidak mungkin
kaya, itu adalah kesalahan jika dibenarkan.
Buktinya
sudah ada orang miskin yang kaya dan tidak lahir dari keluarga banyak harta
berlimpa bahkan mereka yang sudah kaya berasal dari keluarga yang miskin atau kekurangan
juga, seperti Harland Sanders yaitu pria kelahiran Amerika pada tahun 9
september 1890 ini telah berjuang untuk mencari pekerjaan supaya bisa
menghidupi ataupun mencukupi kebutuhan dan selalu gagal hingga lamaran kerjanya
ditolak keseribu kalinya hingga berujung memilih untuk mengakhiri hidupnya karena
disebabkan kegagalan yang selalu di temuinya, tapi dengan kerja kerasnya dan
keuletanya untuk menciptakan sesuatu yang berkualitas hingga saat ini beliau
sudah sukses walaupun sudah cukup tua umurnya dan kini telah mempunyai cabang
usahanya hampir di seluruh negara dan itu cukup fantastis.
Dan
sosok ini versi orang berkecukupan tapi tetap juga kerja keras hingga beliau
bisa menempati posisi orang terkaya didunia yaitu namanya Warrant Buffet lahir
di Omaha Amerika Serikat pada 30 Agustus 1930 beliau adalah murid dari Benjamin
Graham seorang dosen di Colombia University, sekaligus ekonom, profesor dan investor. Kalau beliau yang satu ini
memang masih mempunyai keluarga yang lumayan tidak miskin atau serba kekurangan,
karena beliau mempunyai orang tua bekerja di pemerintahan yaitu ibunya bernama
Leila seorang anggota DPR Amerika dan bapaknya bekerja di perusahaan sekuritas
sebagai broker.
Sosok
Warrant Buffet ini waktu itu masih duduk di bangku SD sudah punya keinginan
untuk menjadi konglomerat dengan cara jadi seorang investor, akan tetapi waktu itu beliau masih terkendala dengan ilmu
untuk menjadi seorang investor yang
baik dan benar. Datanglah satu waktu beliau mencari mentor untuk mengajarinya
ilmu ilmu investasi dan bertemulah dengan Benjamin Graham pada saat Warrant
Buffet keterima di Colombia University, Benjamin Graham adalah seorang dosen di
kampus tersebut. Singkat cerita ketika Buffet sudah memilih menjadi seorang investor tapi bapaknya sendiri tidak
merestuinya karena kasus bapakya yang sering cut sell waktu mengurusi di perusahaan
sekuritas dan takut ketika hal buruk itu terjadi pada anaknya untuk itu
bapaknya melarang Buffet menjadi investor,
padahal bapanya trader ataupun investing juga, harusnya di restui tapi malah
terbalik cukup mengherankan juga.
Dengan keyakinan dan keuletan serta kerja keras Warrant Buffet untuk menjadi orang kaya maka beliau tetap memilih sesuai apa yang beliau pilih yaitu menjadi seorang investor. Dan seiring berjalan waktu yang begitu lama beliau mulailah merasakan keuntungan menjadi seorang investor, karena beliau mendapatkan keuntungan dari selisi harga saham yang dibeli di perusahaan sekuritas itu sampai saatnya di jual, keuntungan tersebut dinamakan capital gain (keuntungan didapatkan dari selisi harga beli). Sebagai contoh beliau membeli saham facebook di harga Rp500 perlembar saham pada tahun 2000, dan dijual diharga Rp10.000 pada tahun 2005, ini rens waktu 5 tahunan. Tentu saja menguntungkan jika dibeli dengan modal besar, karena dengan modal besar maka untuk besar juga. Untuk mencapai modal besar maka belilah saham yang diinginkan dengan proses menyicil karena setiap waktunya harga akan naik atupun turun atau harga mengalami berfluktuatif. Dengan cara menjadi investor ataupun menjadi seorang pengusaha semua bisa menuju kaya asalkan ditekuni ilmu serta prakteknya karena cerita dari dua sosok diatas yaitu Harland Sanders dan Warrant Buffet yaitu sepengal kisah yang bisa mencontohkan untuk kita semua.gamvar diatas apaansii ada hurup cina!

Komentar
Posting Komentar