Feeling
Anak muda menurutku selalu identik
dengan kehebatanya yang sangat luar biasa menggebugebu baik dalam bidang apapun
yang mereka miliki dan sudah terlihat sejak mereka remaja beranjak ke dewasa
mulai meningkat kehebatanya mengobsesifkan peran mereka di tengah tengah
pertarungan dinamika sosial didalam berkehidupan dan sudah tidak bisa di
pungkiri lagi tak hanya kebiasan yang sangat luar biasa mereka representasikan
tapi sisi positif selalu ada juga.
Menurut ilmu psikologi bahwa anak
yang masih berumur belasan tahun itu selalu memiliki sifat pemberontak karena
di umur segitu mereka malas akan serba ikatan aturan aturan yang membuatnya
tidak bebas untuk mengekspresikan apa yang mereka obsesifkan sehingga sudah
seharusnya untuk mendampingi keseharian mereka untuk belajar melakukan positif
dan terjauhi oleh kelakuan negatif, seperti kita liat kenapa kita kalau diruma
suka kesel akan kehidupan dirumah adapun mereka yang tidak akan kesel dengan
kehidupan diruma mereka sendiri ini terkategorikan mungkin orang yang introvert
atau sudah menjadi kebiasaanya sejak dari kecil, karena sesuatu kebiasaan susah
untuk di rubah seketika kecuali mereka merubah secara berangsur rangsur.
Kenapa fokusnya untuk membahas
sifat dan kelakuan seperti ini, karena sudah menjadi kewajiban juga untuk
melihat para penerus kita untuk tidak terjatuh didalam palung kesesatan yang
sangat luar biasa pada era modern ini, apalagi ditambah dengan berbagai
perkembangan teknologi yang selalu membatasi perkembangan, karena teknologi
tidak hanya mencerdaskan maupun memintarkan seseorang akan tetapi sisi lain
bisa saja membodohkan kita yang sedang terkungkung olehnya.
Disini ada sedikit peleburan dari
kondisi berkehidupan yang selalu di hitam putihkan seperti baik buruk, jahat
baik, sombong tidak sombong, malam siang, manis pait, dan lain sebagainya. Kondisi
ini yang sering di kosumsi oleh mereka para seorang moralis, karena hanya
seorang moralitaslah yang selalu menjawab maupun melihat sesuatu itu dengan
serba hitam putih.
Padahal ada berbagai macam sifat
dan berbagai macam cara yang lain tidak hanya seperti hitam putih tersebut yang
selalu ada, untuk itu membuat sebuah kesimpulan atas landasan seorang moralis
selalu sulit untuk di terima karena fundamentalitasya ini terlalu otoritas maka
perlulah autokritik karena kita bukan robot yang di program baik dengan
bilangan biner.
Karena hanya robotlah yang
seperti itu dan manusia tidak seperti itu yang dimana manusia mempunyai
berbagai macam rasa dan intuitif yang tidak dimiliki oleh bilangan biner, untuk
itu keluarlah dari kedistorsian yang akut ini karena dengan menjadi biner semua
akan seperti dikotomi seperti minyak dan air, tanah dan langit, api dan air,
maka cepatlah mengangkat kaki anda untuk membuka perspektif maupun khazana
untuk menangkap sesuatu maupun dengan rasa/ feeling.
Komentar
Posting Komentar