Terrorism
Belum lama ini ada aksi teror bom di Surabaya,
aksi teror tersebut telah terjadi di beberapa titik gereja dan telah membunuh
kurang lebih 9 orang dan lainya luka luka. Setelah di indentifikasi oleh aparat
kepolisian telah di curigai korban yang
jasadnya sudah tidak utuh alias berhamburan diduga si penyebab aksi teror tersebut,
praduga ini nanti akan lebih di indentifikasi lebih analitis lagi persoalan
kejadian tersebut oleh pihak yang berwajib.
![]() |
Setelah liat liat lagi berita
kejadian ini apalagi sekarang H-2 lagi umat muslim akan menyambut bulan suci Ramadhan
kenapa lagi-lagi kita sebagai umat yang tinggal di negeri yang penuh dengan
keberagaman mulai dari agama, ras, suku, dan
budaya ini lagi terkena kecaman yang sangat menyedihakan karena dengan
terjadinya kejadian yang sangat laknat itu membuat umat yang beragam ini tidak
tenang lagi dan apalagi sudah mulai menjalankan kewajibanya yaitu sholat/ibadah
di rumah ibadah kita masing-masing sudah tidak terasa nyaman lagi karena selalu
di hantui oleh bayang-bayangan teror itu, sedangkan dalam menjalani sholat/ibadah
harus khusyu’ akan tetapi saja kita sebagai mahluk biasa tetap saja tidak bisa
menghindar dari ketakutan itu walaupun ada sedikit ketakutan mengancam berbagai
umat di negri ini.
![]() |
| salah satu gereja di surabaya yang terkena teror bom |
Keputusan yang di ambil oleh para
pengebom ini ialah sangat irasional karena dengan mengakhiri hidup dengan cara
yang tidak wajar, mengatasnamakan jihad dan agama akan tetapi dengan langkah
tersebut sangatlah tidak bisa di terima oleh umat manusia yang ada di dunia ini
karena agama manapun tidak mungkin mengajarkan perlakuan seperti itu,
manusia diberi sang maha kuasa yaitu
akal budi, pikiran, hati dan jiwa agar bisa di pakai melihat dan menilai untuk kebaikan
antar umat beragam, dan kitapun harus saling menghargai kepercayaan yang di
anut oleh mereka dengan berempati. Jihad selalu di interprestasikan pada
perlakuan yang laknat dan terkutuk itu dan merugikan umat manusia, arti jihad
sudah dibiaskan dan di gantikan dengan tafsiran seperti yang mereka lakukan
itu, dan akhirnya label agamapun ternodai oleh kebiadaban perlakuan itu.
Era moderenisasi ini kita harus
selalu berhati-hati dan pintar-pintar melihat segala sesuatu karena tak hanya
agama dan simbol-simbolnya di jadikan tempat persembunyian mereka untuk meraih
prestasi laknat itu dan juga taqlid buta sudah membius para si penyebab
teror/profokator.


Komentar
Posting Komentar