Disini saya cuman menceritakan sedikit tentang pengalaman selama bermain di alam bebas dan ada beberapa pengalaman yang bagus dan buruk, tapi kalian jangan kapok yak kalau dapat pengalaman yang buruk kalian dapat selama berkegiatan di alam bebas karena itu semua adalah resiko yang sedang kalian hadapi secara nyata baik itu di sengaja maupun tidak di sengaja.
langsung saja yaitu menceritakan pengalaman saya sendiri waktu bermain di hutan. waktu itu saya masih kelas 3 SMA sudah mulai tertarik dengan namanya hiking dan suka ikut ikutan bersama teman-teman naik gunung, dan gunung pertama saya daki itu adalah gunung ambang yang berada di Sulawesi-utara tepatnya di bolaang mongondow timur di desa bongkudai baru, gunung ini terkenal dengan keindahan alamnya yang sangat indah sekali karena pemandanganya yang begitu bagus ketika kita berdiri di atas puncak leher unta, dan disini banyak pengunjung yang datang ke gunung ini suka berfoto-foto disini karena dengan suasananya yang begitu indah dan tak terlupakan oleh teman-teman yang sudah sempat datang ke gunung ini.
Nah disini saya dan teman-teman mapala dari tomohon dan manado, pernah kejadian buruk ketika kita mencoba naik keaatas untuk mencari puncak trianggulasi gunung ini dengan berbekalan air setengah liter saja, tapi ternyata itu tidak cukup buat bekal minum kita semua buat nyampe keatas, dan saya mengira itu jaraknya cuman 1 atau 2km saja, pada saat kita mulai memasuki hutan yang sangat lebat disini perjalanan masih cukup lancar, karena masih mengikuti petunjuk jalan yaitu sajak-sajak di pohon dan pita yang diikat berwarna itu, terus sampailah ke trianggulasi yang kita tujuh ini.
pada saat habis dari berfoto-foto ceria di trianggulasi itu, kamipun melanjutkan perjalanan lagi ke basecamp, yaitu turun lagi.
pada saat perjalanan menuju basecamp disini hujan mulai turun kamipun mulai berbasah-basahan dan dingin mengigil dengan tidak bermodalkan ilmu navigasi darat beserta peralatanya, sayapun keluar dari jalur menuju ke trianggulasi gunung ambang tersebut itu dan tersesat selama kurang lebih 8 jam di dalam hutan, dengan hujan yang begitu deras saya sempat merasa panik juga tapi saya harus berusaha melawan kepanikan itu dan berhenti duduk diam berfikir sambil mengurangi rasa cape, pada saat itu saya hanya menunggu hujanya redah dulu, biar memperlancar perjalanan untuk keluar dari masalah yang sedang dihadapi pada saat itu. ketika duduk menunggu-nunggu beberapa jam kemudian, barulah hujanya udah mulai redah saya langsung memulai lagi perjalanan dengan arah yang sama menuju ke basecamp.
Disini sempat terfikir jika tersesat lebih jauh dari radius lagi dan apa masalah yang akan terjadi selanjutnya entah itu ketemu dengan binatang buas dan kemungkinan lainnya yang membahayakan diri saya.
tetapi sudah siap-siap berjaga-jaga juga yang nantinya ketika terjadi hal seperti itu. sayapun terus berjalan dengan bermodalkan membaca situasi sekitar saja, seperti melihat lagi tanda-tanda jalur yang sering dilalui para pendaki sebelumya, juga berusaha mencari sajak-sajak di pohon dan pita berwarna itu, agar bisa kembali ke jalur aslinya.
Dan ketemulah dengan jalur aslinya untuk pulang menuju basecamp, alhamdulillah saya langsung bisa balik lagi turun menuju base camp kami itu dan nyampe juga dengan selamat tapi dalam posisi saya laparnya minta ampuun dan bekas-bekas luka goresan banyak sekali di kaki, tangan, dan muka. hehehe !
itu pengalaman buruk yang saya dapatkan ketika berkegiatan di alam bebas dan masi belum mengetahui resiko-resiko yang akan terjadi nanti dan tidak mempunyai peralatan pendukung yang lengkap atau "safety" untuk digunakan pada saat berkegiatan di alam bebas.
karena dengan peralatan yang lengkaplah "safety" kita bisa kemungkinan tertolong dengan situasi yang akan terjadi nanti.. Dan pengalaman yang bagus saya dapatkan setiap bermain di alam bebas yaitu dengan berkumpul bareng dengan teman-teman di base camp terus membuat perapian di malam hari dan ngobrol bersama mereka yang ada di base camp sampai ada yang curhat-curhatan tentang masa lalu mereka (rese) haha..peristiwa ini pada tahun 2013.
langsung saja yaitu menceritakan pengalaman saya sendiri waktu bermain di hutan. waktu itu saya masih kelas 3 SMA sudah mulai tertarik dengan namanya hiking dan suka ikut ikutan bersama teman-teman naik gunung, dan gunung pertama saya daki itu adalah gunung ambang yang berada di Sulawesi-utara tepatnya di bolaang mongondow timur di desa bongkudai baru, gunung ini terkenal dengan keindahan alamnya yang sangat indah sekali karena pemandanganya yang begitu bagus ketika kita berdiri di atas puncak leher unta, dan disini banyak pengunjung yang datang ke gunung ini suka berfoto-foto disini karena dengan suasananya yang begitu indah dan tak terlupakan oleh teman-teman yang sudah sempat datang ke gunung ini.
Nah disini saya dan teman-teman mapala dari tomohon dan manado, pernah kejadian buruk ketika kita mencoba naik keaatas untuk mencari puncak trianggulasi gunung ini dengan berbekalan air setengah liter saja, tapi ternyata itu tidak cukup buat bekal minum kita semua buat nyampe keatas, dan saya mengira itu jaraknya cuman 1 atau 2km saja, pada saat kita mulai memasuki hutan yang sangat lebat disini perjalanan masih cukup lancar, karena masih mengikuti petunjuk jalan yaitu sajak-sajak di pohon dan pita yang diikat berwarna itu, terus sampailah ke trianggulasi yang kita tujuh ini.
![]() |
| foto ketika kami pertama sampai di trianggulasi gunung ambang |
pada saat habis dari berfoto-foto ceria di trianggulasi itu, kamipun melanjutkan perjalanan lagi ke basecamp, yaitu turun lagi.
pada saat perjalanan menuju basecamp disini hujan mulai turun kamipun mulai berbasah-basahan dan dingin mengigil dengan tidak bermodalkan ilmu navigasi darat beserta peralatanya, sayapun keluar dari jalur menuju ke trianggulasi gunung ambang tersebut itu dan tersesat selama kurang lebih 8 jam di dalam hutan, dengan hujan yang begitu deras saya sempat merasa panik juga tapi saya harus berusaha melawan kepanikan itu dan berhenti duduk diam berfikir sambil mengurangi rasa cape, pada saat itu saya hanya menunggu hujanya redah dulu, biar memperlancar perjalanan untuk keluar dari masalah yang sedang dihadapi pada saat itu. ketika duduk menunggu-nunggu beberapa jam kemudian, barulah hujanya udah mulai redah saya langsung memulai lagi perjalanan dengan arah yang sama menuju ke basecamp.
Disini sempat terfikir jika tersesat lebih jauh dari radius lagi dan apa masalah yang akan terjadi selanjutnya entah itu ketemu dengan binatang buas dan kemungkinan lainnya yang membahayakan diri saya.
tetapi sudah siap-siap berjaga-jaga juga yang nantinya ketika terjadi hal seperti itu. sayapun terus berjalan dengan bermodalkan membaca situasi sekitar saja, seperti melihat lagi tanda-tanda jalur yang sering dilalui para pendaki sebelumya, juga berusaha mencari sajak-sajak di pohon dan pita berwarna itu, agar bisa kembali ke jalur aslinya.
Dan ketemulah dengan jalur aslinya untuk pulang menuju basecamp, alhamdulillah saya langsung bisa balik lagi turun menuju base camp kami itu dan nyampe juga dengan selamat tapi dalam posisi saya laparnya minta ampuun dan bekas-bekas luka goresan banyak sekali di kaki, tangan, dan muka. hehehe !
itu pengalaman buruk yang saya dapatkan ketika berkegiatan di alam bebas dan masi belum mengetahui resiko-resiko yang akan terjadi nanti dan tidak mempunyai peralatan pendukung yang lengkap atau "safety" untuk digunakan pada saat berkegiatan di alam bebas.
karena dengan peralatan yang lengkaplah "safety" kita bisa kemungkinan tertolong dengan situasi yang akan terjadi nanti.. Dan pengalaman yang bagus saya dapatkan setiap bermain di alam bebas yaitu dengan berkumpul bareng dengan teman-teman di base camp terus membuat perapian di malam hari dan ngobrol bersama mereka yang ada di base camp sampai ada yang curhat-curhatan tentang masa lalu mereka (rese) haha..peristiwa ini pada tahun 2013.
![]() |
ini juga foto ketika berkunjung kesekian kalinya ketempat ini, karena masih merasa tertantang dengan jalur yang saya namakan sendiri yaitu jalur "SATANIC HELL" |



Komentar
Posting Komentar